Di setiap sudut cahaya remang-remang
Rakarakan berjalan-jalan di tempat.
Sempat terdengar seseorang berteriak
“hidup itu tidak selalu puisi, Bud..”
Itu….
karena hati dibiarkan sendirian kedinginan.
Terlalu memanjakan pikiran
sehingga jiwaraga kurus kering kurang oksigen.
Rakarakan mengangguk-angguk
seperti berkomat-kamit dalam kehampaan.
Huh..hah…huh.
Keluh tak terucap karena terintimidasi.
Adalah solusi
cara praktis menyimpan kesepian.
Padahal kesepian menempel di badan
beranakan kesunyian.
Di antara rakarakan kesepian hanya mengendap-endap
tidak beranjak.
bisa saja pelengkap penderita sebagai tumpuan kasih sayang yang terabaikan tanpa makna.
Atau musang berbulu domba
menerkam tapi tidak mematikan..
Seperti agol mempersekusi cecurut.
Perundungan…
merontokan mental.
Rakarakan juga pohon rindang berbuah simalakama.
Hahahaha…
Ngaco deh gw…
DIMAS BUDI SUSILO – Jakarta
Pengajar musik, Lab Musik Jakarta
BACA:

