Guruh Gipsy Akhirnya Konser

NYALANYALI.COM – Dengan kondisi kaki osteoarthritis kini, awak tak begitu kuat lagi jalan kaki, berdiri, atau duduk terlalu lama. Hasrat untuk menonton konser Guruh Gipsy dalam Syncronize Festival di JIExpo Kemayoran, malam Minggu lalu, terpaksa kuredam. Padahal ini konser bersejarah, mengingat Guruh Gipsy tak pernah naik panggung. Rekaman pun hanya sekali.

Direkam selama setahun (1975-1976), album Guruh Gipsy baru rilis pada 1977. Tahun yang juga menandai sebuah album penting, Badai Pasti Berlalu, karya trio Eros Djarot, Chrisye, dan Yockie Suryoprayogo. Tak heran bila majalah The Rolling Stones Indonesia menempatkan Badai pada urutan pertama, disusul Guruh Gipsy di urutan kedua, sebagai album musik terbaik Indonesia.

Setelah Gipsy Band pulang ngamen dari Amerika Serikat, Guruh Soekarnoputra mengajak Keenan Nasution, Abadi Soesman, Chrisye, Oding Nasution, dan Roni Harahap rekaman album kolaborasi musik etnik Bali dengan progresif rock. Mereka mengajak grup gamelan Kompyang Raka. Pontjo Sutowo sponsornya, dengan sound engineer Alex Kumara.

Setelah Majalah Tempo dibredel pada 1994, yang membuat proyek buku Apa dan Siapa Orang Indonesia tak berlanjut, awak pindah dari reporter Pusat Data dan Analisa Tempo ke Radionet, production house Radio Prambors. Di situlah awak bertemu Mas Hamdan yang kemudian baru kutahu ternyata pengamat musik Denny Sakrie. Dari mendianglah, awak dipinjamkan kaset Guruh Gipsy yang lalu ku-copy.

Pagi ini awak menemukan rekaman video konser Guruh Gipsy itu di https://youtu.be/uo1FPI3OjTQ?si=u_mw.

Konser dibuka instrumental Barong Gundah yang memadukan jazz, rock, serta gamelan Bali. Lalu putra Keenan, Daryl Nasution, membawakan satu-satunya lagu cinta band ini, Smaradhana. Dilanjutkan Andi/rif yang menyanyikan Janger 1897 Saka. Keenan lalu menembangkan Chopin Larung yang manis tapi getir.

Usai Geger Gelgel, Keenan menutup konser dengan Indonesia Maharddhika. Lagu berdurasi belasan menit ini pernah dimainkan Rick Wakeman, keyboardis Yes. Tembang yang selalu menitikkan air mata, sebab merekam keprihatinan sekaligus harapan terhadap negeri tercinta. Muncul pula sketsa almarhum Chrisye, Roni, dan Oding.

RAMDAN MALIK

Bagikan :

Advertisement