NYALANYALI.COM – Ummu Sulaim. Aku ingin sepertinya. Meski aku gak akan pernah mampu menyamai apalagi melampaui keistimewaan yang membuat Rasullullah pun memujinya.
Wanita dengan mahar paling baik sepanjang zaman. Keimanan dan keislaman calon belahan jiwa yang diminta. Bukan kenikmatan atau perkakas dunia.
Istri yang setenang malam. Yang tak bisa diombang ambingkan oleh perasaan. Seluruh rasa, gerak badan, lintasan hati, tunduk dalam teguhnya iman.
Wanita yang membantu sahabat sejiwanya bertumbuh dalam kebaikan dan ketaatan.
Istri yang paham dengan situasi. Kapan harus manja, kapan harus fight. Terampil dalam mencintai. Terlatih untuk menyayangi.
Tidak berisik dengan keluhan, aduan dan rengekan.
Tak cuma kawan hidup satu frekuensi. Tapi menjadi teman memaknai hidup yang satu visi.
Menikah tak cuma untuk berkembang biak. Lebih dari itu, menikah harusnya untuk berkembang baik.
Berkembang baik dalam urusan spiritual. Berkembang baik secara emosional. Berkembang baik dalam keilmuan. Berkembang baik dalam kehidupan individu dan sosial.
Menikah itu tak mudah, akan sangat rumit jika tujuannya cuma pengen dibuat bahagia oleh si dia.
Menikah itu ibarat ujian panjang. Dengan beragam soal. Akan sangat mustahil bisa kita selesaikan, tanpa melibatkan Alloh sedari awal..
Tulisan dua tahun silam sebagai penutup tarikh September di Masehi 2025 malam ini.
WULAN

