The Power of Kerokan

NYALANYALI.COM – Jadi, sejak hari Senin saya sudah bisa mandi dengan tenang dan bahagia, setelah selama 3 bulan saya hanya mandi ala bayi, alias lebih sering mandi lap-lapan saja.

Hari Sabtu kemarin saya mandi dan cuci rambut. Setelahnya nggak ada drama bersin-bersin atau kedinginan . Kondisi sangat nyaman dan bahagia.

Bahkan saya bisa masak dengan riang gembira, tumis ayam + sedikit sawi putih dan bakwan jagung.

Begitu pula waktu makan.
Saya menikmati makan dengan senang dan bahagia, bukan sekedar karena harus makan. Tapi dengan rasa yang nikmat sekali.

Pun hari ini.
Saya kepingin masak sayur asem, goreng ikan dan sambal tomat rebus.

Saya pun makan dengan riang gembira, menikmati lahapnya makan seperti orang yang lama nggak pernah makan.

Rencananya hari ini mau mulai olah raga jalan kaki. Kaki sudah kuat berdiri menahan beban tubuh saya yang sekarang 56,5 dengan kokoh.

Tapi tiba-tiba saya kembali merasa lemas. Tidak bertenaga dari ujung kaki sampai ujung kepala.
Hati mulai patah, patah semangat dan muncul banyak pertanyaan seperti biasanya.

Kenapa lagi?
Salahnya di mana?
Apakah salah makan ini dan itu?
Dan sederet pertanyaan yang kecenderungannya menyalahkan diri sendiri.

Akhirnya seharian kembali hanya rebahan. Sambil terus mengingat pesan orang baik :

JANGAN MEMIKIRKAN HAL YANG TIDAK KELIHATAN, KECUALI TUHAN.

Maka saya pun tidak memikirkan hal-hal yang makin membuat saya tidak nyaman.
Sampailah Maghrib tiba.
Setelah maghriban, saya lanjutkan tiduran.
Tiba-tiba saya ingat hal yang seharusnya saya selalu ingat dan tidak harus banyak pertanyaan.
Ketika dalam kondisi lemas tiba-tiba tanpa sebab, obatnya adalah KEROKAN.

Terserah mau merah atau tidak bekas kerokannya, tapi kerokan bagi saya adalah memasukan minyak hangat ke bawah permukaan kulit. Tidak hanya sekedar dibalurkan, tapi diresapkan melalui KEROKAN.
Percaya tidak percaya.

Yang dicuci rambut di kepala. Tapi yang merah bekas kerokan ada di pinggang sampai ke betis.
Bukan di tengkuk dan bahu.

Itulah saya.
Senior kelahiran jaman baheula, yang kalau belum dikerokin semangat hidupnya masih tersandera.

Alhamdulillah kebetulan masih ada si bungsu yang menemani, kalau nggak ada dia, saya harus mengeluarkan selembar uang merah untuk membayar jasa KEROKAN

Selamat malam buat kalian semua.

Salam sehat selalu, terutama untuk para SENIOR di mana pun berada.

Bekasi, 9 November 2025
NUNING INDRIASTUTI SUDARMO

Bagikan :

Advertisement