75

NYALANYALI.COM – Seseorang berkemampuan yang memiliki nasionalisme di atas rata-rata orang di negeri ini, kemudian merekrut 75 pegawai berintegritas KPK yang dijegal dengan tes Wawasan Kebangsaan abal-abal itu.

Mereka kemudian melanjutkan penyidikan dan penyelidikan berbagai kasus korupsi besar yang sebelumnya dikhawatirkan akan tutup buku begitu mereka diminta pergi paksa dari gedung Merah Putih itu.

Lantas bergabung pula beberapa orang yang punya cita-cita sama membangun negeri ini tak berlandaskan oligarki dan korupsi. Tentu saja ada dari aparat yang idealismenya di atas rata-rata kebanyakan pula, tokoh masyarakat, aktivis antikorupsi militan dan segelintir media yang berani menyuarakannya. Hakim dan jaksa berintegritas pun bergabung juga. Tidak banyak, tapi ada.

Dalam senyap ke-75 orang itu bekerja. Berbagai bukti yang terkumpul terus dikembangkan. Jaringan gurita korupsi di negeri ini mulai siap dipangkas.

Riuhlah negeri ini kemudian, karena satu per satu persekongkolan korupsi melibatkan tokoh-tokoh politik dibongkar habis. Suap-suap pengusaha gelap dikuliti semua. Pejabat-pejabat korup disikat. Jaringan koruptor dilabrak tanpa ampun. Tak pandang pejabat negara atau orang bernama. Semua tersangkut korupsi tak ada ampun.

Di jalanan protokol Sudirman, masyarakat berjejer berdesakan menyaksikan rangkaian terpanjang tersangka korupsi berbaju oranye berbaris digelandang, begitu banyaknya. Mengular panjangnya dan jadi tontonan orang-orang.

Wajah-wajah yang sangat dikenal masyarakat selama ini ada dalam barisan pakaian oranye itu. Ada yang menunduk, ada yang masih berusaha senyam senyum, ada yang menangis, ada yang pucat bagai mayat, semua berbaju bertuliskan TAHANAN KORUPSI. Berbaris mereka semua, mempertanggung jawabkan kejahatannya.

Media menyorot wajah mereka satu per satu beserta caption penjelasan deretan kasus korupsinya.

75 orang itu terus bekerja dalam senyap, membongkar terus praktik korupsi. Sampai ke akar akarnya. Sungguh.

***

Ini rancangan sinopsis novel saya. Tapi kalau ada yang mengembangkan jadi serial TV boleh juga.

Kalau tak ada yang berani, saya tawarkan ke Korea, biar mereka yang membuat drakornya. Kamu tinggal tonton saja.

3 Juni 2021
S. DIAN ANDRYANTO
Penulis #sayabelajarhidup

Bagikan :

Advertisement