NYALANYALI.COM, Kisah – Gerakannya gemulai, gesit dan lincah mengikuti irama musik yang mengalun sesuai temponya. Setyorini Adelina, perempuan bertubuh padat dengan kacamata yang selalu bertengger diatas hidungnya. Lebih dikenal dengan panggilan Ibu Rini, guru dengan ide-ide cemerlang yang seolah mampu membaca keinginan anak didik untuk mengembangkan sebuah karya dari kreativitas mereka.
Wajar bila beliau disebut sebagai guru kesayangan oleh anak-anak yang pernah diajarnya di kelas tiga, sebab selalu ada saja cara mengatasi kebosanan dalam proses belajar mengajar didalam kelas. Sehingga hampir tidak pernah ada keluhan ataupun kata jenuh yang terlontar dari anak-anak didiknya.
Setahun lebih masa pandemi, mengharuskan guru dan murid harus melakukan proses belajar mengajar secara daring. Namun begitu, perhatiannya tidak pernah berkurang, selalu tercurah kepada setiap muridnya, walaupun hanya menanyakan kabar. Baik itu melalui whatshapp group kelas maupun dijapri satu per satu.

Kebiasaan beliau itu jugalah yang membekas diingatan anak-anak, sehingga tak jarang mereka selalu menanyakan keberadaan Sang guru kesayangan kepada orangtua, yang mereka anggap bisa jadi jembatan komunikasi.
Telah beberapa tahun menjadi guru honorer di SDN 2 Girimoyo, namun semangat mengajar tak penah luntur, bahkan semakin terpancar, terihat dari senyum yang selalu ia tebar saat melihat anak didik atau wali murid yang kebetulan harus datang kesekolah karena suatu keperluan.
Tak terasa anak didik yang pernah ia ajar akan segera berpindah naik kekelas lima, setahun lebih masa pandemi membuat mereka seolah lupa cara berdisiplin mengerjakan tugas, akan tetapi mereka tidak pernah lupa dengan cara mengajar Ibu Rini yang selalu setia.
Semoga di hari Pendidikan Nasional ini, pemerintah juga lebih mengingatmu sebagai guru yang patut di apresiasi karena besarnya pengorbanan dan pengabdianmu. Juga guru-guru lain yang memiliki predikat sama denganmu.
Selamat Hari Pendidikan Nasional untuk para pendidik dari semua kalangan, semoga pandemi segera berlalu dan kegiatan belajar mengajar bisa normal kembali. Karena kami yakin tak cuma murid yang merindu untuk kembali ke sekolah. Serentak bergerak wujudkan merdeka belajar.
DWI RATNA – Malang, Jawa Timur

