TERLALU…

NYALANYALI.COM – Memang terlalu, mempertontonkan rakyat pegang tabung gas LPG hijau berbaris, berbaris panjang sekali, menunggu beli tak tentu dapat

Terlalu memang, menunjukkan betapa kuasa punya selera, truk gas datang orang-orang menyerbu, bubar antrian, rakyat saling sikut, sama-sama ingin cepat dapat, pulang, memasak yang tertunda, buka warung yang tak sempat.

Terlalu memang terlalu, dulu merdeka baru diucapkan, orang-orang antre minyak tanah menenteng jerigen berbagai ukuran, kini merdeka katanya sudah, jerigen berganti tabung, orang tetap dipertontonkan antre.

Memang terlalu memang, dalih dan alasan berbusa bisa diucapkan, tanpa bisa merasakan kesusahan, tak peka keadaan, pejabat kerap lupa meski dulu katanya hidup susah. Senang kini tak mengerti kemudian.

Terlalu, sungguh. Coba si pejabat sebelum tetapkan regulasi, uji coba, masak telur di wajan, baru dicemplungkan wajan, gas habis, anak nangis menunggu sarapan, lari ke warung tak ada gas lagi, naik, motor lebih jauh, antre gas. Telur di rumah sudah berendam di minyak, berenang-renang kian ke mari. Matang belum.

Pejabat nyamar lah jadi pedagang bakso, gerobak nganggur gas habis. Cari dulu sana sini, gerobak yang biasa sudah menggelinding tak bergerak. Menghabiskan waktu, setengah hari hilang kesempatan. Uang terbang, waktu sia-sia. Siapa yang tanggung?

Para pejabat lomba tampil di TV, seolah memahami keresahan warga, seolah.

Isu-isu lain tenggelam.

Ah sudahlah, kau terlalu… Memang.

S.DIAN ANDRYANTO

Bagikan :

Advertisement