Pram Sekali Lagi

NYALANYALI.COM – “Bagaimana, apakah Ibu masih mencintai saya?” tanya Pramoedya Ananta Toer kepada Sindhunata, wartawan Kompas yang diam-diam mendatangi gubuknya di Wanayasa, Pulau Buru, pada 1997. Romo Jesuit dan sastrawan yang kini Pemimpin Umum Majalah Basis itu menjawab, “Jika Bapak percaya kepada saya, saya yakin Ibu masih mencintai Bapak.”

Pram tahu, banyak teman tahanan politiknya ditinggalkan begitu saja oleh istri-istri mereka, lalu menikah dengan lelaki-lelaki lain. Putrinya, Bu Astuti, bercerita kepada awak ketika menanyakan sebuah lukisan yang agak lain, di samping lukisan gubuk di tengah hutan Wanayasa, saat syuting di rumahnya bulan lalu. Rupanya orang sekeras Pram pun sempat mau bunuh diri di Pulau Buru.

Kepercayaan kepada Romo Sindhu tidak disia-siakan Pram. Sastrawan dan penulis sejarah besar tersebut menitipkan tulisannya serta teman-temannya setebal 15 sentimeter. Rokok dan surat yang dititipkan Maimunah Thamrin, keponakan Mohammad Husni Thamrin, bertukar dengan titipan berbahaya Pram. Sindhu pun menitipkan dokumen itu kepada seorang wartawan Australia yang tidak digeledah tentara begitu keluar Buru.

Kompas Minggu menulis kisah ini kemarin. Tiga hari berturut-turut harian tersebut menulis Pram serta peringatan seabad kelahirannya di Blora. Awak baru selesai membacanya di bus kantor pagi ini. Walau sempat menghela napas baca plang jalan Pramoedya Ananta Toer gagal diresmikan karena ditolak Pemuda Pancasila Blora, awak terkesan feature-feature Kompas. Termasuk kisah Pram mengeluarkan batu di saluran urinenya dengan santan dan sabun colek.

Karya-karya Pram telah merasuki banyak orang hingga kini. Dalam peringatan Seabad Pramoedya Ananta Toer di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, yang dihelat sembilan organisasi aktivis Sabtu lalu, seorang perempuan mengaku membaca Pram sejak kelas empat SD. Kepala Museum Multatuli di Rangkasbitung, Banten, bercerita sedang membaca bersama novel “Arus Balik” sampai bab belasan. Awak serta Iwan Kurniawan, Redaktur Tempo, terkesima “sihir” Pram ini.

Depok-Jakarta, 10 Februari 2025
RAMDAN MALIK

Bagikan :

Advertisement