NYALANYALI.COM – ANGAN duduk sendirian ditepi jaman telanjang dada
gak pake sandal kerebongan sarung.
ANGIN lalulalang menghampiri sekedar ber “apakabar”
kemudian lenyap disemak-semak.
Cuaca anomali seperti ini ANGAN dan INGIN jungkirbalik jatuh tanpa bisa menyelamatkan diri.
Benjol-benjol, geger otak, pinggang retak kemudian tewas tanpa penghormatan.
Semoga khusnul khotimah.
INGIN bergidik takut mati tapi gak punya solusi.
Mencari kiat bagaimana menyiapkan kematian dengan baik andai tanpa amal dan ibadah.
Wah…..
Belum juga menjadi ANGAN sudah mengalami ketakutan yg luar biasa
Nanti setelah INGIN malah menjadi hantu dan hilang ditiup angin.
ANGAN selalu setia, INGIN yg selalu keliru mengkalkulasinya.
Apalagi ANGIN..
kerapkali salah mengurai yg tersirat.
Ternyata bukan cuma cuaca yg mengalami anomali tapi juga mainset, etika, moral, komitmen dan Kemanusiaan.
Tuhan jadi semakin absurd.
DIAM KAMU…….bentak pak Jarwo.
DIMAS BUDI SUSILO

