Romo Hendri

NYALANYALI.COM – Rapat sampai sore dan hujan lebat sekeluar kantor Jumat sore lalu membuat awak lupa diskusi buku Sabtu Bersama Pater Schall di Komunitas Utan Kayu malam harinya.

Di Komisi Pemilihan Umum pada 1999, awak beberapa kali bertemu Hendri Kuok. Wakil Partai Rakyat Demokratik yang pintar di KPU. Penampilannya necis. Agak berbeda dengan sejumlah aktivis PRD yang bersua di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang atau selagi berunjuk rasa melawan Soeharto.

Dari Linda Christanty, sastrawan yang eks aktivis PRD, awak baru tahu, Hendri kini telah menjadi romo Jesuit di Amerika Serikat. Ia menyebut dirinya sebagai aktivis bangkrut dan idealis gagal. Setelah Harto lengser dan teman-temannya masuk partai, bahkan kini banyak menjabat wakil menteri, ia studi di AS sampai meraih gelar doktor.

Bukan hanya selamat tinggal kepada Marx, Engels, serta Lenin, Hendri pun batal nikah dengan seorang dokter gigi. Ia akhirnya sadar, tak bisa mewujudkan utopia surga di dunia dengan perjuangan kelas. Trauma dengan ayahnya yang menganggapnya anak tak berguna membuatnya tidak siap menikah dan punya anak. Sebuah retreat yang diniatkan untuk memburu cewek malah berubah jadi pengalaman mistik.

Di AS Hendri berjumpa dengan Pater Schall setiap Sabtu selama dua tahun. Di panti jompo ia bercakap dengan penulis terkenal 30 buku itu tentang makna hidup. Jadilah sebuah buku: Sabtu Bersama Pater Schall.

Buku yang baru diterjemahkan dan diterbitkan Gramedia itu dibahas Mbak Maria Hartiningsih, sahabat dan guru mantan wartawan Kompas, serta Linda. Sebuah diskusi buku yang menjadi seperti reuni aktivis yang membuat awak bahagia. Masih ada ide di negeri para pengkhianat ini. Di tengah absurditas ketamakan penguasa yang kini justru didukung mantan aktivis.

Romo Hendri sekarang menjadi manusia pascaIndonesia yang ditulis Romo Mangun, rohaniwan Projo yang dikaguminya, dalam novel Burung-burung Rantau. Mirip dengan adik kelas awak di SMA yang kuedit naskah bukunya, Yasin Dalam Pelukanku. Ia puluhan tahun hidup di luar negeri (Inggris, Arab Saudi, Uni Emirat Arab). Buku tentang perjuangan membesarkan anaknya yang celebral palsy.

RAMDAN MALIK

Bagikan :

Advertisement