Kita tak lagi remaja jaya, banyak gaya, setumpuk pesona. Tapi kita merindukan masa itu, setelah berpuluh tahun tak bersama, berpisah karena semestinya.
Kita bisa berpuluh jam bercerita yang itu-itu saja. Tentang kenakalan tiada terkira. Tentang pemberontakan kecil-kecilan. Tentang keisengan yang melegenda. Tiada bosan mengisahkannya. Berulang kali, dan masih saja mampu menuai tawa.
Jika bertemu, setelah berpuluh tahun tak jumpa. Maka puluhan tahun itu seperti tak ada.
Perut sedikit membesar, rambut sedikit menipis, tubuh sedikit menambun, garis di ujung mata mulai menampakkan citranya. Tak mengapa. Itu modal baru sumber bahan memantik tawa lainnya. Sambung-menyambung.
Reuni adalah kisah yang tak terbalaskan. Ingat masa dulu. Ingat masa nanti. Dan, biarkan tawa lampiaskan semuanya. Seperti hidup yang harus dirayakan. Huraaaa…
12 November 2015
S. DIAN ANDRYANTO
Penulis #sayabelajarhidup

