NYALANYALI.COM – Menyoal tentang “Hari Anak Nasional”
aku jadi ingat Tono.
Yang mengajarkan anak menemukan jati dirinya lewat bunyi.
Dilakukan tanpa rekayasa
tanpa pretensi
termasuk tanpa pamrih.
Ya Tono….
pemain biola yang menurunkan ilmunya lewat jalur sepi.
Dengan romantika dan dialektikanya
dibawa muridnya terbang mencapai angkasa
untuk tetap menjadi anak Indonesia yang merdeka.
Aku juga teringat cara dan gayanya Nanang
yang mengajar angklung dengan memadukan rasa dan logika.
Sebagai guru musik tingkat SD
apa yang telah diberikan oleh Nanang melampaui kapasitasnya dari sekadar seorang guru musik.
Dia juga membawa muridnya terbang mencapai angkasa
agar tetap menjadi anak Indonesia merdeka.
Ini adalah integritas.
Periuknya komitmen dan persoalan yang menyangkut prinsip.
Apalagi bersinggungan dengan proses pertumbuhan generasi.
Tono dan Nanang telah menemukan cara
bagaimana mencerdaskan bangsa dengan sederhana dan bersahaja.
Aku juga teringat akan almarhum Leo kristi.
Sejumlah karya-karya musiknya mengisyaratkan tentang hal tersebut.
Baik secara bunyi maupun teks.
Andai saja mas Leo melakukan hal yang sama.
Meng”konser”kan karyanya langsung
supaya spirit edukatif yg sirat dalam setiap karyanya
bukan hanya tersiarkan tapi juga menginspirasi.
Dapat mengedukasi dan membakar rasa patriotisme dan nasionalisme.
23 Juli 2025
DIMAS BUDI SUSILO

