NYALANYALI.COM – “Aku enggak tega lihat Mas Ramdan waktu abangnya meninggal, sedih sekali,” cerita Romo Mudji Sutrisno kepada tiga teman peserta Borobodur Writers & Cultural Festival. Di rumput Candi Kedaton, Muara Jambi, kami sedang istirahat pada siang akhir November 2024 itu. “Sudah Romo, saya mau healing di sini,” sahut awak. Ia minta maaf. Kami pun meneruskan obrolan lagi. Esoknya ia beri buku puisi terbarunya.
Dua bulan sebelumnya, Romo Mudji memang melayat abang di Gudang Peluru, Jakarta Selatan. Mereka berdua intelektual yang aktivis. Sehari pasca bom Natal 2000, abang bersama Romo Mudji, Cak Nur, Cak Munir –keempatnya sudah sedo sekarang– dan lain-lain berkumpul di Hotel Indonesia. Setelah itu ada jumpa pers. Awak tak kuasa menahan tangis saat bertanya kepada Cak Nur. Tak tahan lihat Romo Mudji yang Natal.
Dua bulan sebelumnya lagi, awak undang pastor Jesuit tersebut dan etnomusikolog Franki Raden untuk membedah karya Leo Kristi di Taman Ismail Marzuki. Romo Mudji heran melihat pameran lukisan, kliping, serta artefak almarhum Mas Leo. “Dapat di mana ini, Mas?” tanyanya. “Kliping punya saya. Artefak ada yang dari rumahnya di Surabaya, kediaman abangnya di Bekasi, dan sahabatnya di Bandung,” jawab awak.

Sebulan kemudian, kami bertemu lagi dalam reriungan Komunitas Pecinta Musik Leo Kristi (LKers) di Warung Apresiasi Seni, Bulungan. Romo Mudji ikut bernyanyi dari sore sampai malam. Karena anak semata wayang ikut, awak pamit pulang duluan. Selang sebulan setelah abang wafat, kami bersua kembali dalam sebuah restoran di Cilandak. Seorang penyanyi Mas Leo yang tinggal di Jerman ketagihan konser lagi.
Waktu itu awak ambilkan sop ikan buat Romo Mudji yang diabetes. Neno Warisman ikut berduka, setelah tahu awak adik Bang Ical. Sekali lagi tatapan Romo Mudji kepada awak begitu nelongso di tengah obrolan dengan penyanyi dan aktris itu. Malam ini giliran awak yang nelongso baca kabar filsuf dan budayawan humble itu sedo. “Tuhan, hadirlah/ selamatkan bangsa ini,” tulisnya dalam video kirimannya tiga hari lalu.
Depok, 29 Desember 2025
RAMDAN MALIK

