Agar Tak Ikut Gila di Negeri Dobolodon

NYALANYALI.COM, Kisah – Ketika kebanyakan orang sudah menggila, karena fanatisme berlebih-lebihan. Maka menjadi waras mahal harganya.

Orang-orang gila ini sampai tak tahu mana tangan kanan dan kirinya lagi. Mana jempol dan kelingkingnya lagi. Mana kepala dan pantatnya lagi. Apa yang mereka tahu? Mereka hanya memahami, dia bukan aku, aku bukan dia. Tak tahu diri sendiri, tapi paham membedakan lainnya.

Dalam mimpi orang-orang gila ini, mereka bahagia padahal sedih hatinya, mereka terbahak sesungguhnya menangis tak sudah-sudah, mereka banyak berkawan sejujurnya dia sendiri saja, mereka seolah paham sebenarnya mereka tak tahu apa-apa.

Ini negeri Dobolodon, tempat para pesakitan dan orang-orang gangguan jiwa berkumpul. Bertetangga tapi sebenarnya tak mau mengenal satu dan lainnya, mengaku berteman tapi menyikuti mereka seperti hobi harian, berikrar satu bangsa namun sebenarnya penggali perpecahan. Para pemimpinnya semua mengaku demi rakyat, tapi tak tahu mau rakyatnya.


Agar tak ikut gila di negeri ini, susah-susah gampang. Susah kalau menjadi terasing karena kewarasannya justru dipertanyakan ketika semua sekitarnya mengganggap dia yang sinting sendirian. Gampang kalau mau ikut sekalian menjadi gila. Larut dalam zaman e zaman edan ramalan / jangka Jayabaya. Ora edan ora keduman. Tak ikut gila tak kebagian.

Nanging sak bejo-bejone wong edan, isih luwih bejo wong kang eling lan waspodo.” Seuntung-untungnya orang-orang gila, masih lebih untung orang yang sadar dan waspada”.

Teko kosong di depan gunung……

24 April 2019

S. DIAN ANDRYANTO

Penulis #sayabelajarhidup

Bagikan :

Advertisement