NYALANYALI.COM – Kembali ke sekolah. Setelah usai masa liburan selama hampir dua pekan. Soal keramaian dan padat-nya lalu lintas di jalan sebetulnya tak ada bedanya dengan hari-hari biasa.
Masa liburan, lalu lintas dipadati oleh para wisatawan yang sedang berlibur ke kota Yogya, sedangkan hari biasa ya dipadati para pekerja yang sedang menuju ke tempat tugasnya dan bus kembali dipadati oleh para pelajar yang memulai hari pertamanya berangkat ke sekolah.
Beberapa hari sebelumnya, Zhafira sudah booking waktu.
“Hari pertama sekolah besok antar aku sampai halte ya, Bund”
“Hmm boleh, tapi kenapa minta diantar, bukannya sudah biasa berangkat sendiri sekarang?”
“Hari pertama besok rasanya seperti masa MPLS dulu, penginnya diantar bunda terus ngobrol banyak hal sepanjang jalan”, katanya beralasan.
“Oh oke”.
Membahas soal jalan-jalan, sebetulnya liburan panjang atau tidak, aktivitas ngukur jalan ini sudah jadi kebiasaan tiap ada waktu dan kesempatan.
Pagi masih cukup gelap, tapi Zhafira sangat menikmati suasana pagi. Hawanya dingin tapi segar, pikiran juga fresh.
“Bapak bapak petugas kebersihan yang selalu menyapu di jalan sekitar halte udah hafal aku loh, Bund,” Zhafira mulai membuka percakapan Tak hanya petugas kebersihan sebetulnya, pengemudi dan pramugara Transjogja jurusan 2A yang membawanya menuju SMP Negeri 1 di kawasan Terban tentu tak asing dengan wajahnya yang setiap pagi selalu menanti kedatangannya.
Bonus jika tiap pulang sekolah cerita hari itu mendapat teman baru seperjalanan, karena rute Transjogja yang saban hari dinaiki akan melewati beberapa sekolah, mulai dari SMPN 9, SMP negeri 15, SMP Kanisius, dan SMPN 8. Paling seru moment traktir teman membayar ongkos naik Transjogja, struknya sampai segulung. Bagaimana tidak, satu kali naik, ongkosnya hanya 60 rupiah saja! Jogya memang Istimewa.
FAUZAH ROMADHON KHOMSAH

