NYALANYALI.COM – Ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bidang Digital Marketing tahun 2026 menjadi ruang uji nyata bagi siswa dalam menghadapi dunia kerja, tidak hanya di ranah digital, tetapi juga dalam praktik penjualan secara langsung melalui simulasi.
Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari, 7–8 April 2026 ini menghadirkan pendekatan berbasis praktik, di mana peserta tidak hanya membuat konten, tetapi juga menjalankan simulasi interaksi dengan pelanggan hingga simulasi proses penjualan.
Indra Hadiwidjaja, Ketua Asosiasi Komunitas Sales Indonesia (KOMISI) sekaligus juri, menyampaikan bahwa ajang ini menjadi momentum penting dalam menciptakan talenta sales muda yang siap terjun ke dunia kerja.
“KOMISI sebagai komunitas sales akan all-out mendukung setiap upaya penciptaan sales muda. LKS menjadi ruang untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya paham teori, tetapi juga memiliki keterampilan menjual yang nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Sekar Tyas Nareswari, Koordinator Vokasi Asosiasi Komunitas Sales Indonesia (KOMISI), Store Manager AZKO, sekaligus Founder dan Master Sales Mentor Takon Pakar Edutainment yang juga menjadi juri, menegaskan bahwa kompetisi ini telah berkembang menjadi simulasi dunia kerja yang utuh.
“Peserta tidak hanya dinilai dari konten yang dibuat, tetapi juga dari kemampuan mereka membaca pasar, menyusun strategi, hingga menghasilkan respon dari customer. Jadi yang dinilai bukan sekadar bagus, tapi apakah bisa ‘jualan’,” jelasnya.
Perwakilan Yamaha sekaligus juri, Hadrianus Andri Fistulariyanto, SPV Yamaha Institute Area DDS 3, menambahkan bahwa keterlibatan industri menjadi bagian penting dalam pembelajaran.

“Produk seperti Aerox dan Fazzio kami hadirkan sebagai media pembelajaran. Peserta dapat langsung menggunakannya dalam role play, pembuatan konten, hingga live selling, sehingga pengalaman yang didapat mendekati kondisi di lapangan,” ujarnya.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, serta dilaksanakan di Yamaha Sumber Baru Motor, Jalan Pangeran Mangkubumi, Yogyakarta.
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti rangkaian aktivitas berbasis praktik yang dirancang untuk mendekati kondisi nyata di industri.
Live TikTok selama satu jam juga menjadi bagian penting dalam penilaian. Pada sesi ini, peserta melakukan interaksi secara langsung dengan audiens sambil menawarkan produk, sehingga kemampuan komunikasi, improvisasi, dan strategi penjualan diuji secara real time dalam situasi yang dinamis.
Selain itu, peserta juga dinilai dari kemampuan mereka dalam mempresentasikan hasil riset pasar, menyusun strategi marketing, serta memanfaatkan fitur TikTok Ads untuk mengoptimalkan performa konten yang dibuat.
Salah satu bagian utama lainnya adalah sesi role play di showroom, di mana peserta berperan sebagai tenaga penjual yang melayani pelanggan secara langsung dengan mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) yang telah dipelajari sebelumnya.
“Melalui simulasi atau roleplay tersebut, peserta tidak hanya dinilai dari kemampuan komunikasi, tetapi juga dari strategi mereka dalam mengarahkan percakapan hingga tercapai keputusan pembelian secara simulatif,” pungkas Sekar.
Berikut pemenang kategori SMK Umum:
Juara 1: Qonita Sekar Sholihah — SMK Negeri 1 Yogyakarta
Juara 2: Nuverta Fatimatu Zahra — SMK Negeri 1 Wonosari
Juara 3: Arundhati Eka Nathan Destrariarta — SMK Negeri 1 Depok
Kategori SMK Swasta:
Juara 1: Aulia Febrianinda Permata Putri — SMK YPKK 2 Sleman
Juara 2: Amella Quranul Iza — SMK Muhammadiyah Semin
Juara 3: Ersita Widya Joeana Putri — SMK Muhammadiyah 2 Bantul
Penentuan juara dilakukan berdasarkan penilaian komprehensif dari dewan juri dengan mengacu pada berbagai indikator kompetensi.
Ajang ini menunjuk bahwa kompetensi yang dibutuhkan saat ini tidak hanya terbatas pada kemampuan digital, tetapi juga keterampilan kompetensi.

