NYALANYALI.COM – Satu per satu anak-anak itu terbang ke langit, menembus awan, melewati semesta, sampai di gerbang surga, disambut pemiliknya.
Anak-anak yang tertimbun beton dan tiang-tiang ketika melaksanakan salat ashar berjamaah, Senin, 29 September 2025 di Musala Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
Mereka di antar orang tua dan kerabat ke sana bukan untuk menyerahkan nyawa. Anak-anak ini datang untuk belajar tentang salaf, keilmuan Islam lebih dalam, fikih, belajar dan mengkaji kitab kuning dibimbing para kyai.
Anak-anak itu bukan hanya harapan orang tua, tapi juga bangsa.
Pupus semua, saat bangunan itu runtuh menimpa mereka. Beberapa masih mencoba bertahan, dari berteriak minta tolong, menjadi lirih suaranya, hingga diam dan berpulang.
Anak-anak telah terbang ke langit, membawa seluruh angan dan impiannya. Diiringi air mata kehilangan orang-orang yang mencintainya.
Kini, mereka telah bersama pemiliknya, dalam firdaus keabadian.
S. DIAN ANDRYANTO

