12 Penoreh Tinta Emas di Musik Dunia (03)

NYALANYALI.COM – Musik – Ada tujuh not dalam nada. Namun, dari “do” hingga “si” itu bisa membuat panjang lebar kisah musik. Dan, tak sedikit orang yang berkutat di dalamnya mampu menorehkan dirinya dengan tinta emas dalam sejarah musik dunia. Berikut ini beberapa musisi yang berhak mendapat tempat utama setelah Carl Ives, Mile Davis,Bill Haley & The Comets, The Beatles, Michael Jackson, Deep Purple, Queen, Elvis Presley, Bob Dylan, selanjutnya:

10. Sting dan Bono

Menyebut nama para tokoh baru, dapat disebut dua nama ini:Sting dan Bono.

Gordon Mathew Summer alias Sting sudah menarik perhatian ketika bersama grupnya, The Police, mampu menunjukkan orisinalitas dalam persaingan berat dunia rock di eranya. Ketika bersolo karier, kreativitasnya memuncak. Ia komposer yang juga penyair sekelas Bob Dylan. Secara musikal, The Police mengambil akar reggae dicampur sentuhan jazz pada bass, serta karakter new wave pada zamannya. Ketika bersolo, Sting lebih menyerap segala jenis akar musik, diramu dalam karakter vokalnya yang spesifik.

Kelebihan lainnya, ia peduli pada dunia di luar musik, penggiat lingkungan hidup, budaya, dan seni tradisi yang berkualitas. Kepeduliannya terhadap bidang-bidang itu membuat dunia mengakui ketokohannya. Penghasilannya pun sebagian disumbangkan untuk kegiatan kemanusiaan.

Paul Hewson atau Bono, agak berbeda dari Sting. Sebagai orang Irlandia, ia adalah saksi dari kesemrawutan politik dan isu agamis. Lirik-lirik Bono kental dangan masalah sosial dan politik, termasuk antiterorisme dan pembelaan hak asasi manusia. Dari segi musikalnya, U2 bersama Bono masih meneruskan tradisi progressive rock gaya British/kontinental.

Seperti juga Sting, ia bekerja sama dengan Amnesti Internasional yang kegiatannya lebih bernuansa politik ketimbang budaya. Ia melakukannya dengan  sepenuh hati, dengan memberikan dukungan kepada negara-negara berkembang. Akhirnya, PBB mengakui ketokohannya.

11. Frank Zappa

Tokoh lain, Frank Zappa, bersama grupnya, Mother of Invention. Ia merupakan godfather dari Avant Garde Rock. Karya-karyanya malahan dianggap setaradengan karya para komposer klasik kontemporer. Ia disebut juga sebagai Erik Satie of The Rock. Karyanya antara lain Freak out (1966), Absolutely Free dan Lumpy Gravy (1967), serta Waka-Jawaka (1972).  Ia menjadi inspiratorbagi semua grup avant garde dan progressive rock di seluruh dunia. Kompetitornya: Velvet Underground.

12. Peter Gabriel

Ada satu tokoh yang mungkin tidak mengubah sejarah dunia musik secara signifikan, namun kontribusinya justru menyebabkan perbedaan-perbedaan genre dan mazhab dalam musik yang nyaris bernuansa rasialis di satu masa, bahkan politis, menjadi cair. Dia, Peter Gabriel, bekas vokalis dan komposer Genesis. Ia keluar darisupergrup ini ketika obsesi dan orientasi hidupnya berubah. Ia menjadi salah satu pelopor dan penggiat genre world music, yangmenafikan kefanatikan dan keangkuhan  antargenre. “Biarkanlah musik membahasakan dirinya utuh sebagai musik.” Barangkali, itulah kredo yang ingin ia ucapkan.

PUNTO DEWO

Bagikan :

Advertisement