Festival Budaya Puncak Peringatan 83 Tahun SMP Negeri 1 Yogyakarta

NYALANYALI.COMHamemayu Hayuning Bawana, mural  berhasasa Jawa dengan ukuran besar tertulis di dinding  salah satu ruang kelas, artinya upaya untuk memperindah keadaan dunia dengan hal-hal atau tindakan yang baik. Suasana teduh dan tenang terasa begitu kental. Tampak betul para siswa begitu antusias menyambut perayaan 83 tahun SMP Negeri 1 Yogyakarta.

Semarak festival budaya yang digelar selama dua hari, pada 9 dan 10 September 2025, disemarakkan dengan berbagai kegiatan antara lain Pasaran Spedjita yang diisi 25 booth dengan sajian jajanan nusantara dan jajanan kekinian hasil kreatifitas para siswa, pentas seni, donor darah, dan bakti sosial bertajuk “Satria Siaga Berbagi”.

Rangkaian kegiatan dalam rangka hari ulangtahun sekolah yang akrab dengan sebutan Spedjita ini secara maraton dirayakan selama hampir sebulan penuh. Selain Spedjita Culture Fest 2025, beberapa kegiatan yang juga bagian dari rangkaian HUT SMPN 1 Yogyakarta adalah lomba kebersihan, peluncuran logo HUT 83 SMPN 1 Yogyakarta, Sagatulas (lomba peserta didik), kunjungan Taman Makam Pahlawan dimana dua orang pelajar sekolah tercatat sebagai pahlawan karena turut berjuang meraih kemerdekaan, ramah tamah temu kangen purna guru dan karyawan, pembagian sembako dan karnaval budaya.

Waryanti,S.Pd  salah seorang guru di sekolah tersebut mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya karena rangkaian acara demi acara berjalan dengan lancar. Ini tentu saja tidak lepas dari peranserta dan dukungan dari para siswa dan orang tua yang turut mendukung secara maksimal, mempersiapkan, dan memastikan segala sesuatu dengan sangat detail.

Sementara Vimal, Viki, Meike dan beberapa orang tua murid yang tergabung dalam pengurus paguyuban cukup sibuk mengkoordinir para orangtua terkait kebutuhan yang diperlukan.

Semua pihak tentu berharap dengan bertambahnya usia SMP Negeri 1 Yogyakarta ini, tidak semata mata persoalan angka, namun diiringi dengan perubahan yang lebih baik lagi sebagaimana tulisan Hamemayu Hayuning Bawana yang tertulis di salah satu ruang kelas sekolah dimana tokoh-tokoh seperti Adnan Buyung Nasution, Radius Prawiro, Wiyogo Atmodarminto, dan beberapa tokoh penting lainnya pernah mengenyam pendidikan di sekolah ini.

FAUZAH ROMADHON KHOMSAH

Bagikan :

Advertisement