NYALANYALI.COM, Kisah – Berawal dari hanya sekadar melihat melihat Babe main catur dengan atlet catur tingkat RW, ternyata kejadian “kecil” ini memberikan pengaruh luar biasa pada kehidupan selanjutnya.
Bermodal pengetahuan seadanya, hanya sekadar bisa melangkahkan buah catur, saya ditunjuk mengikuti kejuaraan catur antar Sekolah Dasar pada pekan olah raga dan seni (Porseni). Enggak juara sih, karena memang kalah pada babak penyisihan
Kekalahan tersebut malah memicu untuk belajar lebih mengenai permainan catur ini. Di masa SMP, sudah mulai mengumpulkan berita-berita partai catur yang dibahas di sebuah harian ibu kota. Pada masa sekolah SMA, sudah mulai dipercaya mengikuti kejuaraan catur tingkat kelurahan serta membantu orang tua menjadi panitia penyelenggaranya.
Selain mulai hobi bermain catur, juga sudah mulai tertarik belajar main alat musik, terutama gitar.
Bermodalkan semangat untuk bisa, sesekali pinjam gitar teman untuk memperlancar bermain musik. Walaupun sempat dilarang orang tua dengan alasan bukan budaya Islam. Pernah sekali ikut kegiatan karang taruna mewakili remaja mengikuti perlombaan vokal grup. Tidak main gitar, tapi jadi anggota penyanyi vokal grup. Cuap-cuap. Setelah beberapa masa dilewati. Pada 1998, untuk olah raga catur sudah mulai memasuki dunia catur nasional. Berawal membawa Tim Benteng Japati mengikuti kejuaraan nasional Bank BTPN yang salah satu pesertanya adalah maestro catur indonesia, GM Utut Adianto. Di sanalah pertama kali saya bertemu dengan para pecatur nasional yang berkaliber internasional.

Di tahun berikutnya, pada 1999, saya bersama Pak Herybowo Poernomo menyelenggarakan turnamen catur Telkom Open. Sejak 1999 sampai 2012, turnamen catur tersebut dilaksanakan secara rutin sehingga memperoleh “Piagam Muri” sebagai turnamen catur berkelanjutan.
Selanjutnya, pada satu tahun terakhir ini, sejak diselesaikannya pembangunan auditorium Telkom Landmark Tower (TLT), Jakarta, dalam upaya optimalisasi aset serta memberikan nuansa baru di office area Telkom, telah melaksanakan dua agenda konser besar yaitu konser Brian McKnight dan konser Anniversary God Bless 45th. Bertemu personil God Bless, sangat berkesan.
Saya menyebutnya semua yang dilakukan merupakan anugerah luar biasa sehingga dapat berkontribusi dalam percaturan nasional serta terlibat dalam bisnis hiburan di Jakarta “from hobby to business“.
NUR HAYADI
Buku #sayabelajarhidup ke-9 Nusantara Berkisah 01 (2018)

