NYALANYALI.COM – Kejutan. Kata yang tepat untuk menggambarkan munculnya beberapa pecatur junior yang mulai unjuk gigi di Turnen Catur Percasi-SCUA Fide Rated 3 yang dilaksanakan di Mewangi Hotel, Bandung.
Di babak 1, yang berlangsung pada hari Rabu (14/1/2026), pecatur belia, Ken Oliver Hu (1487) berhasil mempecundangi pecatur senior Hasian Panggabean (1934), dalam partai yang seru, karena keduanya saling unjuk kemampuan menyerang maupun bertahan. Meski di awal permainan Hasian mampu mendominasi, namun Ken yang baru berusia 11 tahun ini berhasi mengimbangi, dan bahkan keluar jadi pemenangnya.
Nasib sama menghampiri pecatur senior MN Sudung Tampubolon (2025), meski sudah berhasil menunjukan permainan kelas “master”nya, namun langkahnya dihentikan pecatur berusia 16 tahun asal Bogor, Arini Angelina Lovly (1524) yang berhasil dengan sabar meladeni permainan Sudung. Dan akhirnya ia memenangkan pertandingan.

Kejutan lain berlanjut pula di babak 2, yang dimainkan pada Kamis, 15 Januari 2026. Pecatur muda I Kadek Dhevant K. Anggaswara (1903) yang berusia 13 tahun, akhirnya mengandaskan pemain senior, IM Muhammad Ivan Sitoru (2202).
“Dhevant mampu membuat kejutan di langkah 12, saat ia menukar gajah dengan kuda di B6. Ini termasuk langkah posisional yang berkelas,” kata Kristianus Liem, Kabid Binpres PB Percasi.
Ia pun berharap, agar para pecatur junior yang mampu mengalahkan para seniornya ini, terus fokus berlatih dan memperdalam pemahaman caturnya.
Sementara di babak ke 3, mulai terlihat tiga besar yang sudah mengantongi point penuh (3), yang artinya menang terus dalam 3 babak melawan para penantangnya.

Di urutan pertama ada Akbar Akmalnaidi, disusul Ricky Rismanto di posisi ke dua, dan Kadek Dhevant K. Anggaswara di urutan ke tiga.
“Melihat hasil sampai babak ke-3 ini sangat menggembirakan, karena para pemain muda sudah menunjukkan performanya,” ujar Kristianus Liem.
Kris menambahkan, turnamen catur fide rated yang mempertemukan pecatur senior dan junior ini memang amat tepat untuk berbagi ilmu.

